Updatenetizen – Ribuan demonstran turun ke jalan-jalan di sejumlah kota di Amerika Serikat untuk menuntut pemakzulan Presiden Donald Trump.

Aksi demo ini juga digelar di kota asal Trump, New York City. Aksi berlangsung di luar sebuah hotel milik Trump pada Minggu, 2 Juli waktu setempat. Dalam aksi tersebut, massa demonstran berhadap-hadapan dengan kelompok-kelompok pro-Trump.

Sementara itu di Los Angeles, California, para demonstran membawa sebuah peti jenazah hitam yang ditutup bunga-bunga berwarna merah, putih dan biru. Ada kata-kata “The Presidency 1789-2017” tertulis di atas peti mati tersebut. Di depan para demonstran, anggota parlemen AS, Brad Sherman, mengatakan bahwa perilaku Trump mengejutkan.

“Setiap hari, orang-orang Demokrat, Republik, seluruh dunia terkejut dengan contoh terbaru dari presiden amatir Amerika,” cetus Sherman.

Aksi-aksi demo serupa juga digelar di Austin, Texas di mana demonstran berteriak-teriak “Apa yang kami inginkan? Pemakzulan! Kapan kami menginginkan itu? Sekarang!” Demikian seperti dilansir media-media Amerika termasuk NBC News, Senin (3/7/2017).

Di San Francisco, warga juga turun ke jalan-jalan untuk menyuarakan kemarahan mereka terhadap Trump dan kebijakan-kebijakan diskriminatifnya.

“Semua hal yang keluar dari mulut presiden ini, dan setiap tindakan yang diambilnya, bertentangan dengan apa yang saya yakini, dan sejujurnya saya sudah muak,” cetus seorang demonstran.

“Melawanlah dengan keras, sangat keras sehingga kita tak akan pernah mendengar pintu dibanting ketika dia diseret keluar dari kantor,” imbuhnya.

Aksi demo serupa juga terjadi di Philadelphia. Dalam aksi tersebut, dua demonstran anti-Trump ditangkap karena menyerang salah satu pendukung Trump.

Advertisements