Updatenetizen – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bakal membekali seluruh anggotanya dengan senjata tambahan untuk membela diri dari serangan kelompok tertentu yang marak terjadi belakangan ini.

NTCMPolri melaporkan, keputusan final atas wacana tersebut akan dievaluasi jajaran pimpinan Polri usai berakhirnya Operasi Ramadniya pada 4 Juli 2017 mendatang.

“Nanti kita evaluasi. Kan besok baru selesai operasi Ramadniya,” ucap Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, dikutip Minggu (2/7).

Salah satu opsi senjata tambahan yang akan diberikan kepada para polisi menurut Setyo adalah pisau belati, dan bukan senjata api.

Selain akan membekali anggotanya dengan senjata tambahan, Setyo menuturkan Kepolisian bisa saja meningkatkan kemampuan bela diri anggotanya untuk menghadapi serangan. Dia menilai hal tersebut bisa saja muncul dalam usulan dan masukan sejumlah pihak.

“Lihat besok, mungkin baru ada masukan-masukan lain,” jelas Setyo.

Sebelumnya, dua anggota Brimob bernama AKP Dede Suhatmi dan Briptu M. Syaiful Bakhtiar diserang seorang pria yang teridentifikasi bernama Mulyadi (28) saat tengah menjalani salat Isya di saf ketiga dalam Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, Jumat (30/6).

Pelaku yang menyerang korban langsung melarikan diri ke arah Terminal Blok M. Ketika dalam pengejaran oleh anggota Brimob lain, pelaku diduga berbalik melawan dan kemudian berujung tembakan di kepala dan dada.

Advertisements