Updatenetizen – Konflik antara sopir angkot dan ojek online di Kota Bogor sudah terjadi sejak Senin (20/3) lalu. Sopir angkot yang menolak keberadaan angkutan online di Bogor melakukan mogok operasi. Akibatnya, banyak warga yang kesusahan ketika akan melakukan aktivitasnya karena tidak ada angkot atau angkutan online yang beroperasi.

Aksi mogok operasi yang awalnya berjalan damai pada Senin (20/3/2017) itu berujung ricuh. Sopir angkot yang awalnya hanya melakukan sweeping sesama angkot agar ikut mogok dan menurunkan penumpangnya, kemudian melakukan sweeping terhadap angkutan online.

Lagi, Bentrok Terjadi Antara Ojek Online Dan Supir Angkot di Bogor
Lagi, Bentrok Terjadi Antara Ojek Online Dan Supir Angkot di Bogor

Ojek online yang melintas di Kota Bogor diberhentikan paksa. Atribut mereka dilucuti dan meminta untuk tidak beroperasi. Aksi ini meluas, hal yang sama juga dilakukan para sopir angkot di kawasan Cileungsi Kabupaten Bogor.

Lagi, Bentrok Terjadi Antara Ojek Online Dan Supir Angkot di Bogor
Lagi, Bentrok Terjadi Antara Ojek Online Dan Supir Angkot di Bogor

Aksi sweeping sopir angkot ini langsung menuai protes para ojek online. Ratusan ojek online yang biasa beroperasi di Kota dan Kabupaten Bogor bersatu untuk menunjukkan solidaritas sesama ojek online. Aksi balasan pun dilakukan. Dua unit angkot trayek 32 jurusan Cibinong-Ciomas (Pagelaran) dirusak di Jalan Raya Yasmin, Senin (20/3/2017).

Senin (20/3) malam, suasana Jalan Raya yasmin cukup mencekam. Ratusan ojek online sambil membawa kayu berkumpul dan menunggu angkot trayek 32 melintas. Kondisi di Jalan Raya Yasmin, kemudian kembali kondusif setelah pihak kepolisian datang dan membubarkan kerumunan ojek online. Aksi mogok para sopir angkot kemudian berlanjut pada Selasa (21/3).

Lagi, Bentrok Terjadi Antara Ojek Online Dan Supir Angkot di Bogor
Lagi, Bentrok Terjadi Antara Ojek Online Dan Supir Angkot di Bogor

Aksi yang sehari sebelumnya hanya dilakukan oleh angkot trayek 32, kemudian meluas. Nyaris seluruh angkot di Kota dan Kabupaten melakukan mogok operasi. Akibatnya, banyak calon penumpang yang kesusahan karena tidak ada angkot yang bisa ditumpangi. Pihak kepolisian, TNI dan Pemkot Bogor kemudian menyediakan truk dan bus untuk mengangkut penumpang yang terlantar.

Rabu (23/3/) pagi, sebenarnya angkot di Kota dan Kabupaten Bogor sudah kembali beroperasi. Namun, insiden antara ojek online dan sopir angkot kembali terjadi.

Lagi, Bentrok Terjadi Antara Ojek Online Dan Supir Angkot di Bogor
Lagi, Bentrok Terjadi Antara Ojek Online Dan Supir Angkot di Bogor

Seorang ojek online mendapat perlakuan kasar oleh sopir angkot saat beroperasi di sekitar Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor. Kejadian ini, kembali memicu konflik. Ratusan ojek online langsung berdatangan ke Dramaga untuk menemui rekannya yang mengalami penganiayaan. “Kita sudah temui rekan yang dianiaya. Dia dikelepak (dipukul pelan) kepalanya sama sopir angkot, saya sudah ketemu korbannya,” kata Johan, seorang ojek online yang ditemui di terminal Laladon, Kabupaten Bogor, Rabu (22/3).

Massa ojek online yang datang dari berbagai daerah yang menurut Johan berjumlah sekitar 500 orang itu kemudian berkonvoi menuju Balaikota Bogor untuk melakukan aksi damai.

“Kita mau tagih janji Wali Kota Bogor yang janjikan kita keamanan. Dia bilang kita masih boleh beroperasi, katanya keamanan kita dijamin. Makanya kita mau kesana,” kata Johan.

Namun, ketika massa ojek online yang dalam pengawalan polisi itu melintas di depan terminal angkot Laladon, tiba-tiba saling terlibat provokasi. Entah siapa yang memulai, kedua kubu langsung saling serang, saling perang batu. Dalam kejadian itu, sedikitnya ada 6 (enam) angkot yang dirusak.

Lagi, Bentrok Terjadi Antara Ojek Online Dan Supir Angkot di Bogor
Lagi, Bentrok Terjadi Antara Ojek Online Dan Supir Angkot di Bogor

“Itu angkot yang dirusak, semuanya lagi ngetem. Malah ada angkot yang ada penumpangnya, untung keburu keluar, jadi emggak ada yang luka. Ada 6 angkot yang dirusak. Kita diserang,” kata Sarpin, sopir angkot yang ditemui di Laladon.

Hampir selama satu jam kondisi di Terminal Laladon mencekam. Kedua kubu dari sopir angkot dan ojek online saling bertahan. Bahkan, kubu ojek online sempat terjebak di antara dua kubu sopir angkot yang mengepung di Jalan Raya Laladon.

Polisi dari Polresta Bogor Kota (Kota Bogor) dan Polres Bogor (Kabupaten Bogor) datang ke lokasi dan melakukan blokade diantara kedua kubu. Anggota TNI dari Yonif 315/Garuda juga didatangkan ke lokasi untuk mengamankan situasi. Menjelang sore, kubu ojek online kemudian dikawal oleh pihak kepolisian untuk keluar dari kawasan terminal Laladon. Sekitar pukul 18:00 WIB, kondisi di Terminal Laladon kembali membaik.

Hingga Rabu (22/3) malam, beberapa kericuhan masih saja terjadi. Para sopir angkot yang tidak terima angkot temannya dirusak, berusaha melakukan aksi balasan. Sweeping terhadap ojek online terjadi di beberapa titik.

Salah satunya di Jalan Raya Yasmin, Bogor Barat dan kawasan Bogor Selatan, Kota Bogor. Kompol Tri Suhartanto, Kabag Ops Polresta Bogor Kota mengatakan, hingga malam ini tetap dilakukan antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dari kubu ojek online maupun sopir angkot. Beberapa Angota, kata Tri, sudah ditempatkan di beberapa tempat untuk melakukan penjagaan.

“Pasti (penjagaan) ada malam ini,” singkat Tri ketika dikonfirmasi.

Baca Juga : Situs Agen Poker dan Agen Domino Online Terbaik Di Indonesia

Yudi Haryudi, Warga Kedunghalang, Kota Bogor mengatakan, kondisi ini jelas membuat banyak warga yang dirugikan. Karena selain sulit beraktivitas lantaran angkot yang masih melakukan mogok operasi, kondisi kericuhan yang terus terjadi membuatnya sebagai warga Kota Bogor menjadi resah. Ia berharap ada tindakan dan kebijakan yang tegas dari pemerintah baik Kota maupun kabupaten Bogor agar kisruh tidak berkepanjangan di Bogor.

“Seharusnya kepala daerah dari dua wilayah bertindak cepat, agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Ini sudah tiga hari, tapi kisruh masih saja terjadi. Warga jadi tidak tenang, bayangkan ketika di dalam angkot atau sedang menumpang ojek online tiba-tiba diberhentikan dan disuruh turun. Intinya kondisi ini warga yang dirugikan,” papar Yudi.

Advertisements