Updatenetizen – Korea Utara akan menggelar sidang parlemen bulan depan. Sidang parlemen ini akan digelar di tengah meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea terkait uji coba nuklir dan rudal yang terus dilakukan Korut.

Sesi pertemuan parlemen jarang dilakukan di negeri komunis itu. Parlemen Korut hanya menggelar sidang sekali atau dua kali dalam setahun. Kebanyakan agenda sidang tersebut adalah untuk mengesahkan anggaran ataupun keputusan lain yang dianggap penting oleh partai berkuasa Korut.

Sidang parlemen terakhir berlangsung pada Juni 2016 ketika pemimpin Korut Kim Jong-Un memilih ketua komisi pemerintahan tertinggi yang baru dibentuk, yang menekankan kontrol mutlak Kim atas semua aspek kebijakan negara.

Kantor berita resmi Korut, KCNA melaporkan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (22/3/2017), sidang parlemen tersebut akan digelar di Pyongyang pada 11 April mendatang. Namun KCNA tidak menyebutkan lebih detail mengenai sidang tersebut, termasuk agenda sidang.

Sidang parlemen Korut tersebut akan diamati dengan cermat oleh para pengamat untuk mengetahui ada tidaknya perubahan kebijakan ekonomi ataupun pergantian pejabat-pejabat tingkat tinggi.

Baca Juga : Situs Agen Poker dan Agen Domino Online Terbaik Di Indonesia

Korut telah melakukan dua uji coba nuklir dan serangkaian peluncuran rudal sejak awal tahun lalu. Praktik itu jelas melanggar resolusi PBB yang melarang Korut melakukan setiap aktivitas yang melibatkan rudal balistik. Saat ini Korut diyakini sedang mengembangkan rudal bermuatan nuklir yang bisa menjangkau wilayah AS.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Korea Selatan (Korsel), Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menyatakan kebijakan diplomasi AS selama bertahun-tahun terhadap Korut terkait program senjata nuklirnya, telah gagal. Dikatakan Tillerson, aksi militer terhadap Korut saat ini masuk dalam opsi untuk dipertimbangkan. Atas pernyataan AS itu, Korut menanggapi enteng dengan mengklaim pihaknya punya kemampuan untuk merespons kuat ancaman perang dari AS.

Advertisements